Semua tool
JPG/PNG ke PDF
Susun gambar jadi satu PDF, dengan pilihan kertas, orientasi, dan margin.
Tentang JPG/PNG ke PDF
Sampai sebelum ini halaman JPG/PNG ke PDF tidak punya satu pun isian: gambar masuk, PDF keluar, dan setiap halaman jadi sebesar gambarnya. Foto ponsel 12 megapiksel karena itu menghasilkan halaman selebar 80 sentimeter, dan satu kiriman berisi foto besar bercampur foto kecil keluar dengan halaman yang tidak sama besar. Sekarang isiannya tiga: ukuran halaman, orientasi kertas, dan margin. Perilaku lama tetap tersedia dengan nama “Ikuti ukuran gambar”, dan itu yang terpilih kalau isiannya tidak disentuh.
Cara memakainya
- Gambar boleh dipilih banyak sekaligus, paling banyak 50, dan tidak harus sekali angkat — yang ditambahkan kemudian menumpuk di bawah daftar. Yang diterima JPG, PNG, WEBP, BMP, TIFF, GIF, HEIC, dan AVIF, masing-masing paling besar 200 MB.
- Panel “Atur urutan gambar (jadi halaman PDF berurutan)” muncul begitu ada gambar masuk, dan urutan kartu di panel itulah urutan halaman nanti. Sepasang tanda panah di bawah tiap kartu menggesernya, tanda silang di pojoknya mengeluarkan gambar yang tidak jadi ikut.
- Isian “Ukuran halaman” menentukan sisanya. “Ikuti ukuran gambar” membuat halaman sebesar gambarnya, tanpa penskalaan sama sekali. Empat pilihan lain — A4, F4 215x330 mm, Folio 210x330 mm, dan Letter — memberi seluruh halaman kertas sama besar, lalu gambar diperbesar atau diperkecil sampai menyentuh sisinya.
- “Orientasi kertas” punya tiga pilihan: Ikuti gambar, Tegak, dan Melintang. Yang pertama memutuskan per gambar, jadi kiriman berisi foto tegak dan foto melintang mendapat kertas yang berbeda-beda. Isian ini tidak berpengaruh selama “Ukuran halaman” masih “Ikuti ukuran gambar”, sebab di jalur itu tidak ada kertas tetap yang bisa diputar.
- “Margin (mm)” menerima 0 sampai 50 dan berlaku di keempat sisi; angka di luar rentang itu ditolak, bukan dibulatkan diam-diam. Sesudah diproses, tombol “Ubah pengaturan” di layar hasil membawa Anda kembali ke ketiga isian tadi — tombol itu memang baru muncul sekarang, karena dulu halaman ini tidak punya pengaturan apa pun.
Pertanyaan yang sering muncul
- Foto dari HP saya masuk ke PDF dalam keadaan miring.
- Untuk foto yang dipotret sambil memiringkan ponsel, tidak lagi. Kamera ponsel kerap menyimpan gambar menurut posisi sensornya lalu menitipkan arah putar yang benar sebagai catatan kecil di dalam berkas; catatan itu sekarang dibaca dan gambarnya diputar dulu sebelum ditempel ke halaman. Yang tidak tertolong adalah foto yang memang terpotret serong di atas meja, sebab di situ tidak ada catatan apa pun yang bisa dibaca. Kemiringan semacam itu baru bisa dibereskan sesudah jadi PDF: Luruskan Scan untuk yang miring sedikit, Putar PDF untuk yang terbalik seperempat putaran.
- Kenapa PDF-nya justru lebih besar daripada gambar aslinya?
- Wajar, dan lencana persen di layar hasil memang bisa menunjukkan tanda tambah. Semua gambar disimpan ulang sebagai JPEG mutu 92 sebelum ditempel ke halaman. Untuk foto, hasilnya biasanya setara; tapi PNG tangkapan layar, gambar bergaris tegas, dan logo berbidang warna rata justru membengkak, sebab JPEG bukan format yang cocok untuk gambar semacam itu — ketajaman garisnya pun sedikit berkurang. Kalau besar berkas jadi soal, PDF hasilnya masih bisa diperkecil di Kompres PDF.
- Foto 350 piksel saya jadi kasar waktu dipasang di kertas F4.
- Itu akibat langsung dari memilih kertas tetap. Pada A4, F4, Folio, dan Letter, gambar selalu ditarik sampai menyentuh sisi kertas, termasuk gambar yang aslinya jauh lebih kecil — foto 350 piksel yang direntangkan selebar F4 tinggal sekitar 30 titik per inci, dan sekasar itu memang terlihat. Tidak ada pilihan “jangan perbesar” di halaman ini. Bila ketajaman lebih penting daripada keseragaman kertas, pakai “Ikuti ukuran gambar”.
File diproses di server internal Diskominfo Kutai Timur & dihapus otomatis setelah selesai.