Sensor Kata
Ketik nama atau nomornya, lalu tiap kemunculannya dicabut dari dokumen.
Berkas sudah bertanda tangan elektronik (TTE)? Sebaiknya jangan diproses di sini. Setiap perubahan pada PDF akan membuat sertifikat TTE-nya menjadi tidak berlaku.
Tentang Sensor Kata
Bagian yang harus dirahasiakan dari sebuah naskah sering tidak punya bentuk yang bisa ditebak mesin. Nama pelapor, nama desa yang belum boleh disebut, nomor perkara, nama pihak dalam sengketa: tidak ada pola angka yang bisa dipasang untuk menangkapnya, tetapi ia muncul berulang, tujuh kali di lampiran dan tiga kali di badan surat. Menandainya satu per satu dengan kotak adalah pekerjaan yang membosankan sekaligus rawan terlewat, dan satu yang terlewat sudah cukup membatalkan seluruh usaha. Di halaman ini kata itu cukup diketik sekali. Setiap kemunculannya disisir dari halaman pertama sampai terakhir, lalu huruf-hurufnya dibuang dari isi halaman, bukan ditimpa kotak hitam.
Cara memakainya
- Yang masuk harus PDF yang teksnya benar-benar teks. Ini syarat mutlak, bukan anjuran: di dalam hasil pindaian tidak ada satu kata pun yang bisa dicari, karena seluruh halamannya adalah gambar. Kalau dokumen Anda hasil scan, jalankan dulu lewat OCR sampai teksnya terbaca, baru kembali ke sini. Bila ternyata tidak ada satu pun kata yang ketemu, prosesnya dihentikan dan Anda diberi tahu, bukan diberi berkas yang seolah-olah sudah tersensor.
- Isikan kata atau frasanya satu per baris, minimal dua karakter, paling banyak lima puluh baris. Huruf besar dan kecil tidak dibedakan, jadi “budi” ikut menangkap “Budi” dan “BUDI”. Itu disengaja: untuk pekerjaan menyensor, kelebihan menghitamkan akibatnya jauh lebih ringan daripada kelewatan satu.
- Pilihan Cakupan menentukan apa yang dianggap kemunculan. Semua kemunculan menghitamkan potongan huruf itu di mana pun ia berada, termasuk ketika menumpang di dalam kata lain. Hanya kata utuh membatasinya pada kata yang berdiri sendiri, sehingga mencari “Adi” tidak ikut menghitamkan “Adiwerna”. Bila ragu, pakai yang pertama.
- Layar hasil menyebut berapa kemunculan yang dihitamkan, dan angka itu layak diperiksa. Bila jumlahnya lebih sedikit daripada dugaan Anda, kemungkinan besar ada penulisan yang berbeda di dokumen — nama bergelar, nama bersingkatan, atau ejaan lama — dan itu perlu ditambahkan sebagai baris tersendiri lalu diproses sekali lagi. Berkasnya keluar dengan akhiran -sensor-kata pada namanya.
Pertanyaan yang sering muncul
- Tulisannya benar-benar hilang, atau cuma tertutup kotak hitam?
- Benar-benar hilang. Huruf yang ditemukan dicabut dari isi halaman, lalu bekasnya ditutup kotak hitam pekat sebagai penanda bagi pembaca. Sesudah itu halaman diperiksa ulang dengan cara yang sama persis seperti saat mencari: bila masih tersisa satu kemunculan pun, halaman tersebut diubah menjadi gambar sebagai jalan terakhir, dan jumlah halaman yang mengalami hal itu disebutkan di layar hasil. Pemeriksaan yang bisa Anda lakukan sendiri: buka hasilnya, tekan Ctrl+F, ketik kata yang tadi disensor. Seharusnya nihil.
- Kata saya jelas ada di dokumen, kenapa tidak ketemu?
- Ada beberapa sebab yang berulang. Yang paling sering, dokumennya hasil pindai sehingga teksnya berupa gambar. Berikutnya, kata itu terpenggal tanda hubung di ujung baris sehingga di dalam berkas ia tersimpan sebagai dua potongan. Ada pula naskah yang huruf-hurufnya direnggangkan untuk merapikan tata letak, dan bagi mesin renggang itu memisahkan hurufnya. Terakhir, judul atau kop yang sebetulnya berupa gambar hasil tempel. Untuk tiga kasus pertama, coba ketik potongan yang lebih pendek; untuk yang terakhir, pakai alat Sensor dan tandai dengan kotak.
- Bedanya dengan Sensor Otomatis dan Sensor yang pakai kotak?
- Sensor Otomatis mencari sendiri apa yang menurut pola adalah data pribadi — nomor induk kependudukan, nomor induk pegawai, NPWP, telepon, surel — tanpa Anda perlu tahu isinya. Sensor Kata sebaliknya: mesin tidak menebak apa pun, Anda yang menentukan. Sedangkan alat Sensor dipakai ketika yang harus dibuang bukan tulisan, melainkan sebuah wilayah di halaman: tanda tangan, foto, stempel, atau tulisan yang ternyata hanya gambar.
- Nama pada judul berkas dan pada keterangan dokumen ikut hilang?
- Tidak. Yang dikerjakan di sini hanya isi halaman. Nama yang tertinggal di keterangan dokumen — judul, pengarang, kata kunci — tidak tersentuh dan masih terbaca di kotak properti pembaca PDF; untuk itu pakai Ubah Metadata. Nama berkasnya sendiri juga tidak diubah isinya, jadi dokumen bernama “Laporan Budi Santoso.pdf” akan tetap membawa nama itu pada namanya. Ganti namanya sebelum diedarkan.
File diproses di server internal Diskominfo Kutai Timur & dihapus otomatis setelah selesai.