Lambang Pemkab Kutai Timur dan DiskominfoDokumen Kutai TimurLayanan Olah Dokumen
Semua tool

Pisah Word

Pecah dokumen Word jadi beberapa berkas Word, halaman bisa dipilih sendiri.

Tentang Pisah Word

Alat ini menerima berkas Word — .docx, .doc, .odt, .rtf — dan mengembalikan berkas Word juga. Di situ bedanya dengan Pisah PDF: potongan yang keluar masih bisa dibuka dan disunting di Word. Cara kerjanya menyesuaikan sifat format itu. Word tidak menyimpan batas halaman di dalam berkas; halaman baru terbentuk saat dokumen dirender. Maka dokumen dirender dulu di server untuk tahu di mana halaman berganti, lalu potongannya diambil dari dokumen asli di tingkat XML, tanpa singgah ke PDF, sehingga kop surat, tabel, dan gambar tidak perlu ditata ulang.

Cara memakainya

  1. Formatnya boleh .docx, .doc, .odt, atau .rtf, dan tiap proses menangani satu berkas. Tiga yang terakhir dinormalkan dulu ke .docx di server sebelum dipotong; berkas yang sudah .docx dipakai apa adanya, tanpa konversi ulang.
  2. Begitu berkas masuk, halamannya dibaca dulu dan keterangannya muncul di atas pratinjau. Di tahap ini server merender dokumen untuk tahu batas halamannya; gambar kecil tiap halaman baru muncul sesudah render selesai.
  3. Klik halaman yang jadi titik potong. Dokumen dipotong SETELAH halaman yang ditandai, jadi halaman terakhir tidak bisa ditandai dan tombolnya dimatikan. Baris hitungan di atas pratinjau ikut menyesuaikan, misalnya "12 halaman jadi 3 berkas Word".
  4. Isian "Halaman tiap berkas" terisi sendiri dari tanda potong tadi, bentuknya 1-2,3-4,5-6. Isian itu boleh diketik langsung, dan memang itu jalan keluarnya kalau pratinjau gagal dibaca. Kalau dikosongkan, hasilnya satu berkas untuk tiap halaman.
  5. Keluarannya satu berkas ZIP, <nama-berkas-asli>-pisah-word.zip. Di dalamnya bagian-1-halaman-1-2.docx, bagian-2-halaman-3-4.docx, dan seterusnya — nomor bagian dan rentang halaman ikut tertulis di nama tiap berkas, jadi urutannya tidak perlu ditebak.

Pertanyaan yang sering muncul

Gaya, tabel, dan gambar tetap utuh di tiap potongan?
Potongannya diambil langsung dari dokumen aslinya, bukan dari hasil ubah PDF ke Word, jadi berkas hasil masih .docx yang bisa dibuka dan disunting lagi — gaya, tabel, dan gambar tidak perlu ditata ulang. Pengaturan halaman dokumen, yaitu ukuran kertas dan margin, ikut dibawa ke tiap potongan. Yang sengaja dibuang cuma pemisah halaman dan baris kosong yang menggantung di ujung potongan, supaya bagian hasil tidak diawali atau diakhiri halaman kosong; baris kosong di tengah dokumen tidak disentuh.
Dokumennya masih .doc lama, atau .odt dari LibreOffice.
Keempat format itu diterima — .docx, .doc, .odt, .rtf. Yang bukan .docx dikonversi dulu ke .docx di server, jadi isi ZIP selalu .docx apa pun format masukannya, dan yang dipotong secara teknis adalah hasil konversi itu. Berkas .docx yang sebenarnya rusak dikenali sebelum render dimulai dan prosesnya berhenti di situ; tidak ada potongan setengah jadi yang dibuat.
Dokumen setebal apa yang masih bisa diproses?
Panjang dokumen dibatasi 300 halaman, dan jumlah berkas hasil dibatasi 100 — dua-duanya berlaku sekaligus. Batas kedua terasa saat isian rentang dikosongkan, sebab setiap halaman lalu turun sebagai berkas tersendiri; dokumen di atas 100 halaman karena itu perlu ditandai titik potongnya lebih dulu. Pratinjau sendiri menggambar 120 halaman pertama; halaman sesudahnya tetap bisa diatur lewat rentang yang diketik sendiri.

File diproses di server internal Diskominfo Kutai Timur & dihapus otomatis setelah selesai.